General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sri Heny Purwant di acara ICATEI 2025
Selain itu, PLN NTB juga mengembangkan digitalisasi sistem distribusi listrik melalui pengendalian jarak jauh di titik-titik strategis dari Lombok hingga Sumbawa. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan kecepatan respons terhadap potensi gangguan.
“Transformasi ini sejalan dengan visi distribusi PLN: smart, resilient, and green distribution system yang menghadirkan layanan modern, efisien, dan berkelanjutan,” jelas Heny.
Ia menambahkan, kolaborasi antara PLN dan dunia akademik memiliki peran penting dalam memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi energi.
“PLN NTB berdiri bersama perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mendukung kemajuan sains dan teknologi bagi negeri,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Heny memberikan apresiasi kepada ITPLN atas penyelenggaraan ICATEI 2025 yang dinilainya menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi global dan melahirkan inovasi berdampak bagi masa depan energi bersih Indonesia.
ICATEI 2025 yang digelar pada 22–23 Oktober 2025 di Lombok sukses menarik perhatian para akademisi dan peneliti internasional, dengan 116 makalah terpilih dari 272 paper yang dikirim peneliti dari 15 negara. Konferensi ini menjadi ajang penting untuk mempercepat kolaborasi riset dan inovasi di bidang energi hijau serta digitalisasi sistem kelistrikan.
Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa, menyebut forum internasional tersebut sebagai langkah nyata memperkuat kontribusi akademisi dalam pengembangan teknologi berkelanjutan di Indonesia.
“Kami berharap ICATEI 2025 menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin antara akademisi dan industri. ITPLN berkomitmen mendorong inovasi yang mampu menjaga masa depan energi dan informatika di Indonesia,” ujarnya.
Setiap hasil riset dan inovasi ITPLN dapat diakses publik
Comments 0