Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo hadiri uji coba taxi terbang berpenumpang. Foto: dok. IMI
Dijamin Aman
EH216-S telah mengantongi sertifikat tipe, produksi, dan kelaikan udara dari Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC). Ini menjadikannya eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) otonom pertama di dunia yang diakui secara resmi.
Keunggulan taxi terbang ini terletak pada sistem kecerdasan buatan yang mengatur navigasi penerbangan, fail-safe system untuk memantau kondisi udara secara real-time, serta 16 motor listrik independen yang memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Dari sisi keamanan, pesawat ini dilengkapi manajemen baterai cerdas yang mengatur 12 kelompok baterai secara bersamaan, sistem kendali redundan untuk mencegah kegagalan teknis, dan jaringan komunikasi terenkripsi guna mengantisipasi ancaman siber.
"Setiap aspek kendaraan ini dirancang demi satu tujuan: memastikan penumpang tiba di tempat tujuan dengan aman, efisien, dan nyaman," ujar Bamsoet.
Dengan keberhasilan uji coba ini, Indonesia selangkah lebih dekat menuju era transportasi udara otonom. Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat taxi terbang menjadi moda alternatif di kota-kota besar Indonesia.***
Comments 0