Ungkap Pentingnya Mikrobiologi Terapan, Guru Besar UGM Bongkar ‘Rahasia Tanah’

Widihastuti Ayu
Apr 22, 2026

Foto: dok. UGM

KOSADATA — Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jaka Widada, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM, kemarin. Dalam pidato pengukuhannya, ia menyoroti peran penting mikrobiologi terapan melalui konsep holobiont untuk ketahanan pangan dan kesehatan global.

Dalam pidato berjudul Holobiont sebagai Driver Revolusi mikrobiologi terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global, Jaka mengungkapkan bahwa selama ini pengembangan produktivitas tanaman lebih banyak berfokus pada aspek fisik seperti kecepatan tumbuh, umur panen, hingga ukuran hasil panen.

Namun, menurutnya, ada aspek krusial yang kerap terabaikan, yakni kehidupan mikroba di dalam tanah. Ia menjelaskan, saat menghadapi ancaman seperti patogen atau kekeringan, tanaman memiliki mekanisme kompleks yang disebut “Cry for Help”.

“Tanaman secara aktif mengekskresikan hingga 30 persen hasil fotosintesisnya sebagai eksudat akar yang menjadi sinyal kimia di zona rizosfer,” ujar Jaka seperti dilansir laman resmi UGM, Rabu, 22 April 2026.

Jaka juga memperingatkan adanya ancaman serius berupa Microbiome Extinction atau kepunahan ekosistem mikroba tanah secara masif. Kondisi ini dipicu oleh praktik pertanian intensif, penggunaan pupuk sintetis berlebihan, serta paparan herbisida.

Ia menegaskan, penyelamatan mikrobioma tanah menjadi syarat utama untuk menjaga keberlanjutan peradaban. “Kita harus beralih dari sekadar memberi makan tanaman dengan bahan kimia menjadi memberi makan kehidupan dalam tanah,” katanya.

Dalam paparannya, Jaka menawarkan tiga strategi revolusioner yang menggabungkan kecerdasan alami dan teknologi presisi. Salah satunya adalah merancang ulang sistem pertanian agar selaras dengan ekosistem mikroba.

Ia menyebut, pertanian masa depan akan bergerak menuju pemanfaatan pupuk berbasis aktivitas biologis melalui pemuliaan tanaman berbasis holobiont.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi genomik dan kecerdasan buatan dalam


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0