Konflik Tambang Bauksit Marok Tua Memanas, Warga Lingga Desak Presiden Prabowo Turun Tangan

Abdillah Balfast
Jan 25, 2026

kondisi tambang bauksit Marok Tua. (Foto: Ist)

KOSADATA - Konflik Tambang Bauksit di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, hingga kini belum menemukan titik terang. Warga setempat kembali menghentikan aktivitas pencucian batu bauksit PT Hermina Jaya karena perusahaan dinilai melanggar kesepakatan yang telah disetujui bersama masyarakat.

Kesepakatan antara warga dan perusahaan sebelumnya telah dituangkan dalam akta perjanjian notaris. Namun, hingga saat ini warga menilai sejumlah kewajiban PT Hermina Jaya belum dipenuhi, terutama terkait pembayaran lahan kebun milik masyarakat yang terdampak kegiatan pertambangan.

Koordinator aksi warga Desa Marok Tua, Safarudin, mengatakan penghentian operasional dilakukan lantaran perusahaan tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlarut-larut.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan tuntutan. Pihak perusahaan sempat berjanji akan datang langsung menemui warga, tetapi hingga kini tidak pernah terealisasi,” ujar Safarudin, Jumat (23/1/2026).

Safarudin menjelaskan, pertemuan terakhir justru diwakili oleh PT Samudera selaku subkontraktor PT Hermina Jaya. Kehadiran pihak tersebut dinilai tidak memiliki kewenangan karena tidak tercantum dalam perjanjian awal yang disepakati bersama warga.

Karena tidak adanya kepastian penyelesaian, warga kemudian mendatangi lokasi pencucian bauksit dan menghentikan seluruh aktivitas operasional perusahaan di Desa Marok Tua.

Warga juga mengkhawatirkan potensi konflik sosial yang lebih besar jika persoalan ini terus dibiarkan. Kekhawatiran tersebut diperparah dengan keberadaan oknum aparat Brimob bersenjata lengkap yang berjaga di lokasi pencucian bauksit selama beberapa bulan terakhir.

“Kami mempertanyakan mengapa harus ada aparat bersenjata di lokasi tambang. Penyelesaian sengketa antara warga dan perusahaan seharusnya dilakukan melalui dialog dan kehadiran negara, bukan dengan pendekatan keamanan,” tegas Safarudin.

Atas kondisi tersebut, warga Desa Marok Tua mendesak


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0