Foto: ist
KOSADATA — Paguyuban Sunda Institut Teknologi PLN (ITPLN) mendorong pemerintah daerah untuk menggandeng perguruan tinggi dalam pengembangan dan optimalisasi program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Dorongan itu disampaikan Ketua Paguyuban Sunda ITPLN, Rifki Akmal Muflih, dalam kegiatan Open House Mahasiswa Sunda ITPLN 2025.
“PSEL jangan hanya jadi proyek fisik, tapi juga gerakan ilmiah. Pemerintah daerah perlu melibatkan kampus agar inovasi dan riset bisa diterapkan langsung di lapangan,” ujar Rifki dilansir dari laman resmi ITPLN, Rabu,15 Oktober 2025.
Menurut Rifki, kampus memiliki kapasitas riset dan sumber daya yang dapat mempercepat transformasi menuju teknologi energi ramah lingkungan. Ia menilai, pelibatan perguruan tinggi seperti ITPLN menjadi langkah strategis dalam mewujudkan target Indonesia bebas sampah 2040.
ITPLN, kata dia, telah memiliki laboratorium Waste to Energy (WTE) yang berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi konversi sampah menjadi listrik. “Mahasiswa dan dosen siap mendukung implementasi proyek PSEL di daerah,” ucapnya.
Rifki menegaskan, sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi harus disertai dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Kampus, menurut dia, berperan penting sebagai jembatan edukasi publik mengenai pemilahan sampah sejak rumah tangga. “Jadi bukan sekadar teknologi, tapi juga perubahan perilaku,” katanya.
Program PSEL merupakan inisiatif nasional untuk mengubah timbunan sampah menjadi energi listrik melalui teknologi WTE. Program ini diharapkan dapat menjawab dua tantangan sekaligus: pengelolaan sampah dan kebutuhan energi bersih di perkotaan.
Open house Paguyuban Sunda ITPLN juga menjadi ajang silaturahmi antarangkatan mahasiswa Sunda dan alumni, diisi dengan diskusi budaya, sesi motivasi, dan pengenalan unit kegiatan mahasiswa. “Kami
Comments 0