Ratusan Korban Serangan Israel Tak Mendapat Perawatan di Rumah Sakit Gaza

Potan Ahmad
Oct 10, 2023

Israel melancarkan serangan roket ke jalur Gaza dalam membalas serangan pasukan Hamas pada Minggu 8 Oktober 2023. (Foto: Reuters/Mohammed Salem)

KOSADATA - Hamas menembakkan ribuan roket ke Israel dan melancarkan serangan lintas batas yang mematikan. Warga Gaza dengan suka cita menyambut serangan itu pada Sabtu (7/10/2023) pagi. 

Serangan Hamas itu hanya berlangsung sehari, namun hari berikutnya yakni pada Minggu (8/10/2023), kota Gaza lululantah akibat serangan balasan Israel sepanjang hari. 

Warga Gaza tetap tinggal di dalam rumah, akan tetapi suara gempuran pesawat Israel sangat menakutkan. Kepulan asap hitam menyelimuti gedung-gedung di Jalur Gaza.

Mengutip BBC, disebutkan pusat kota Gaza dipenuhi puing-puing runtuhan gedung maupun rumah warga sampai menghalangi jalan. Toko-toko tutup, kecuali beberapa toko roti yang antriannya panjang.

Direktur badan amal Bantuan Medis untuk Palestina di Gaza, Mahmoud Shalabi, menggambarkan rumah sakit utama di kota itu sebagai "rumah jagal".

“Ada banyak mayat di kamar mayat dan banyak staf medis tidak mampu mengatasi banyaknya korban yang mereka terima,” kata Mahmoud Shalabi. 

Banyak rumah sakit yang kekurangan peralatan – yang pada saat-saat sulit menyediakan layanan kesehatan bagi populasi lebih dari dua juta orang – telah meluncurkan permohonan putus asa untuk donor darah.

Sementara itu, tentara Israel mengatakan mereka telah mencapai lebih dari 1.000 sasaran di Gaza.

Ini termasuk posisi militer, rumah para pemimpin Hamas, serta bank-bank yang dijalankan oleh kelompok militan tersebut.

Salah satu serangan Israel yang lebih signifikan pada Minggu (8/10/2023) pagi menargetkan Menara Watan, yang berfungsi sebagai pusat penyedia internet di Gaza.

Related Post

Post a Comment

Comments 0