Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina. Foto: ist.
KOSADATA — Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina menanggapi fenomena maraknya pelajar yang mengikuti aksi demonstrasi. Menurutnya, alih-alih melarang para pelajar tersebut untuk turun ke jalan, edukasi serta pembinaan di lingkungan sekolah dan keluarga lebih penting.
“Yang lebih penting adalah edukasi dan pembinaan, baik di sekolah maupun di keluarga, agar pelajar memahami nilai demokrasi dan hak menyampaikan pendapat dengan cara yang sehat dan konstruktif. Dengan begitu, budaya demokrasi tetap tumbuh, tetapi masa depan anak-anak kita tetap terlindungi,” kata Elva pada Kamis, 28 Agustus 2025, dikutip dari kompas.
Dalam aksi demonstrasi pada 25 Agustus yang berakhir dengan kericuhan, sebanyak 351 massa aksi ditangkap oleh aparat. Diantara massa yang ditangkap tersebut, terdapat 196 pelajar dibawah 18 tahun yang ikut terjaring.
Elva menilai, fenomena pelajar yang mengikuti unjuk rasa tersebut merupakan pukulan telak bagi seluruh pihak dan menunjukkan pemerintah belum mempu menyediakan ruang-ruang ekspresi bagi para pelajar.
Ke depan, kita harus bisa mengakomodir anak-anak dengan kegiatan yang bermanfaat, sehat, dan membangun agar energi serta aspirasi mereka tersalurkan dengan cara yang lebih positif,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan, Pemerintah harus dapat menyediakan ruang untuk para pelajar dapat mengembangkan potensi serta menyalurkan aspirasinya melalui cara yang lebih baik.
“Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa seharusnya fokus pada kegiatan belajar, pengembangan diri, dan menyalurkan aspirasi lewat jalur yang lebih aman serta sesuai porsinya," pungkas Elva.***
Comments 0