Diksar Gandawesi XXXVIII Cetak Agen Perubahan Hadapi Krisis Iklim

Kakang Nan
Jan 20, 2026

Foto: dok. KPALH Gandawesi

KOSADATA - Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Gandawesi, Keluarga Mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi melepas Pendidikan Dasar (Diksar) XXXVIII tahap lapangan di Helipad FPTI, Kampus UPI, Bandung.

Sebanyak lima mahasiswa mengikuti rangkaian Diksar Gandawesi XXXVIII, yakni Shandra dari Pendidikan Teknik Agroindustri angkatan 2024, Arrafiq dari Pendidikan Tata Boga 2024, Aulia Putri dari Teknik Sipil 2024, Dewi dari Pendidikan Teknik Mesin 2024, serta Haikal dari Pendidikan Teknik Otomotif.

Komandan Latihan Pendidikan Dasar XXXVIII KPALH Gandawesi KM FPTI UPI, Roja Husni Amali, menegaskan pendidikan dasar ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi pecinta lingkungan yang mampu berperan sebagai agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim.

“Diksar Gandawesi bukan hanya tentang ketahanan fisik, tetapi membentuk mahasiswa yang memiliki kesadaran ekologis dan keberanian bersikap di tengah ancaman krisis iklim,” ujar Roja Husni Amali di Bandung, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menjelaskan, selama dua pekan peserta akan menjalani pendidikan di alam terbuka melalui berbagai materi, mulai dari rock climbing dan rappelling di Tebing Citatah 48, long march ke hutan Sukawana, hingga simulasi Search and Rescue (SAR) serta Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

Rangkaian kegiatan juga mencakup penyebrangan basah dan navigasi darat di Panaruban, penyebrangan kering serta Temu Besar Lapangan di Atap Ciater, yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan bertahan di medan krisis.

Menurut Roja, nilai utama yang ditanamkan dalam setiap materi adalah etika lingkungan dan prinsip keberlanjutan, agar peserta mampu memahami relasi manusia dan alam dalam konteks perubahan iklim yang semakin nyata.

Pendidikan Dasar Gandawesi XXXVIII


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0