Foto: dok ITB
KOSADATA — Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim Agrinuva, yang beranggotakan Hanif Yusran Makarim (Rekayasa Pertanian), serta Muhammad Daffa Anrizky dan Veronicha Zenith Shanvial S. (Teknik Bioenergi dan Kemurgi), berhasil meraih Juara 3 dalam ajang International Chemical Engineering Research Competition (CERCo) 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip).
Kompetisi yang mengusung tema “Accelerating the Transition to a Carbon-Free Industry for a Sustainable Future” ini berlangsung 2 Agustus–11 Oktober 2025 secara luring di kampus Undip, Semarang.
Dalam ajang tersebut, Tim Agrinuva mempresentasikan karya berjudul “Valorization of Used Cooking Oil through Hydroprocessed Ester and Fatty Acid (HEFA) Pathway and NiMo-based Catalytic Cracking” di bawah bimbingan Dr. Meiti Pratiwi.
Riset ini berfokus pada konversi limbah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF), bagian dari upaya mempercepat transisi menuju industri hijau.
Menurut Veronicha, ide tersebut berangkat dari kenyataan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 1,2 juta kiloliter minyak jelantah per tahun, dengan pertumbuhan 2,32 persen.
“Potensi itu belum dimanfaatkan secara optimal. Kami ingin mengubahnya menjadi sumber energi bernilai tinggi,” ujar Veronicha seperti dilansir laman resmi ITB, Jum'at, 31 Oktober 2025.
Penelitian Tim Agrinuva menunjukkan bahwa pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan dapat menurunkan emisi karbon hingga 80 persen dibanding bahan bakar fosil.
Selain mencegah pencemaran air dan tanah, inovasi ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung target net-zero emission di sektor penerbangan.
Usai kompetisi, tim ini berkomitmen melanjutkan riset energi berkelanjutan melalui kolaborasi akademik dan penelitian.
“Sangat bersyukur dapat merasakan pengalaman
Comments 0