Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Foto: ist.
KOSADATA — Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menyatakan bahwa partainya akan membuka komunikasi dengan fraksi lain untuk menolak pemilihan kepala daerah (Pilkada) tak langsung.
Puan menerangkan, PDIP terus membuka dan mmenjaga komunikasi dengan fraksi lain agar Pilkada tetap melalui pemilihan secara langsung.
“Kita selalu terbuka dan selalu berkomunikasi. Jadi enggak pernah ada komunikasi yang tertutup, terbuka untuk selalu berkomunikasi,” kata Puan pada Selasa, 13 Januari 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Puan mengatakan bahwa dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III ini, DPR belum membahas soal revisi Undang-Undang Pemilu.
“Jadi kita akan lihat dulu situasi sesudah pembukaan ini bagaimana dari komisi terkait.” Ujarnya.
PDIP sendiri, menolak dengan tegas wacana Pilkada melalui DPRD. Keputusan tersebut dikeluarkan saat PDIP menggelar rapat kerja nasional atau rakernas I yang digelar pada 9-12 Januari 2026 di Jakarta.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Aceh, Jamaluddin Idham mengutarakan alasan dibalik penolakan yang dilakukan oleh PDIP. Menurutnya, hasil rakernas ingin menjaga hak kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya.
"Yakni melalui pelaksanaan Pilkada secara langsung guna memperkuat legitimasi dan kepastian masa jabatan yang bersifat tetap lima tahun," kata Idham di Beach City International Stadium, Jakarta Utara Senin lalu.***
Update terus berita terkini Kosadata di Google News.
Comments 0