PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengumpulkan swasta dan BUMN untuk mencari solusi penanganan polusi udara. Foto: PPID Jakarta
KOSADATA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengundang seluruh pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam mengatasi permasalahan polusi udara.
Salah satunya, PT Astra International Tbk yang merupakan sektor swasta pertama yang dipilih menjadi mitra Pemprov DKI karena komitmennya dalam pelestarian lingkungan.
"Saya menyampaikan, minta kerja sama yang baik salah satunya adalah Astra, supaya Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di bengkel-bengkel mereka melakukan uji emisi. Jadi kendaraan yang masuk/keluar harus sudah diuji emisi dan hasilnya terkendali," ujar Heru Budi Hartono di Gedung PT Astra International Tbk, Jakarta Pusat, kemarin.
Dia berharap, PT Astra dapat terlibat aktif dengan berkomitmen mendukung berbagai inisiatif terkait transformasi kendaraan ramah lingkungan. Bahkan, Heru juga turut mengajak seluruh stakeholder untuk berupaya meningkatkan jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di seluruh wilayah Jakarta.
"Agar membantu Pemda DKI dalam rangka mempercepat penambahan RTH, bukan Astra saja tapi nanti kami bersama stakeholder lain juga melakukan itu. RTH dari Dinas Pertamanan nanti ada datanya, kita akan segera menanam bersama," tambahnya.
Tidak hanya itu, Heru juga menyarankan dilakukan penyemprotan uap air (water mist) di Gedung PT Astra International Tbk. "Ini salah satu gedung tinggi/high rise building, termasuk kategori gedung yang diminta oleh Menko Marves dan Kementrian LHK untuk bisa dilakuan water mist," jelasnya.
Sebanyak 300 gedung di Jakarta telah tercatat sebagai gedung tinggi dan diproyeksikan untuk dilakukan penyemprotan water mist. Rencananya, para pengelola gedung akan dipanggil ke Balai Kota Jakarta untuk pengarahan.
Upaya water mist yang
Comments 0