Inspirasi kisah mualaf, Pemuda Persis Tasikmalaya gelar Islamic Podcast

Joeang Elkamali
Jan 03, 2026

Para Narasumber Islamic Podcast saat menyampaikan materi dengan 3 bahasa (Indonesia, Sunda, dan Inggris)

suaminya hingga memutuskan memeluk Islam. Ia juga mengisahkan tantangan pasca mualaf, baik dari tekanan keluarga, lingkungan sosial, hingga dinamika psikologis yang harus dihadapi dalam konteks minoritas Muslim di Filipina.

Mery Joy turut menggambarkan kondisi konflik antar kelompok agama di Filipina yang kental dengan unsur politik, kekerasan, dan kepentingan kekuasaan. Situasi tersebut, menurutnya, menuntut pendekatan Dakwah yang tidak hanya ideologis, tetapi juga sensitif terhadap realitas sosial dan kemanusiaan.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Rosihan Fahmi menegaskan bahwa gerakan Dakwah Bukhori Ramdani dan istrinya tidak boleh berhenti sebagai gerakan individu. Ia mendorong agar perjuangan tersebut ditransformasikan melalui kolaborasi lintas struktur dan potensi, sehingga memiliki daya dorong yang lebih kuat dan berjangka panjang.

Menurut Dr. Rosihan, gerakan Dakwah di Filipina harus dimetaforakan sebagai gerakan kolektif Jamiyyah Persis, bukan sekadar kiprah personal. Dengan kolaborasi kelembagaan, penguatan jejaring, serta pemetaan budaya keagamaan Filipina, Dakwah Persis dapat berkembang menjadi medan perjuangan peradaban yang terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak luas.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari unsur PD Pemuda persis Kabupaten Tasikmalaya, HIMA, HIMI, Pemudi Persis, IPP, dan IPPI Persis Tasikmalaya. Islamic Podcast ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi gagasan dan gerakan, sekaligus meneguhkan komitmen Persis dalam mengembangkan Dakwah global yang kolektif, strategis, dan berorientasi peradaban.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0