Foto: ist
KOSADATA — Di tengah derasnya arus digital, ketika setiap jari mampu menjangkau ribuan mata dalam hitungan detik, Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, mengingatkan tentang bahaya yang tersembunyi di balik layar ponsel.
“media sosial itu ibarat pisau bermata dua. Ia bisa menjadi sarana dakwah dan kebaikan, tapi juga bisa menyeret kita ke jurang dosa jika disalahgunakan," ujar Aa Gym dilansir laman resmi Daarut Tauhiid, Senin, 27 Oktober 2025.
Aa Gym menyoroti fenomena yang kian marak: keinginan untuk viral dan terkenal yang kerap membuat seseorang kehilangan arah. Menurutnya, di era ketika semua orang bisa menjadi “ustaz digital” dan “influencer dadakan”, niat menjadi hal paling penting yang sering dilupakan.
“Jika saya menyampaikan hal yang salah lalu orang lain mengikutinya, maka dosa orang itu juga akan mengalir kepada saya,” katanya menegaskan.
Bagi Aa Gym, dunia digital adalah ladang ujian. Ia mengingatkan agar setiap aktivitas di media sosial dilandasi niat yang lurus—bukan sekadar demi pengikut atau keuntungan materi.
“Boleh saja mencari rezeki lewat media sosial,” tuturnya, “asalkan niatnya benar. Jangan sampai justru menjauhkan kita dari Allah Ta’ala.”
Ia menyayangkan banyak orang yang bekerja keras membuat konten—siang dan malam tanpa henti—namun semua itu tidak bernilai ibadah. “Lelahnya hanya bernilai duniawi,” katanya. “Tidak menambah berat timbangan amal di hari hisab. Bukankah itu kerugian besar?”
Aa Gym juga menyinggung bahaya kesombongan yang kerap lahir dari ketenaran digital. Saat seseorang merasa sukses semata karena usahanya sendiri, tanpa menyadari peran dan izin Allah, ia sesungguhnya tengah terjebak dalam
Comments 0