Jangan Kebanyakan Mikir, Kurang Dzikir! Ini Kunci Menenangkan Hati Saat Stres Melanda

Ida Farida
Jul 10, 2025

Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Foto: dok. Daarut Tauhiid

KOSADATA – Dalam keseharian yang penuh tekanan, kecemasan, dan hiruk pikuk urusan dunia, manusia sering kali lupa bahwa ketenangan hati tak selalu datang dari upaya mengendalikan keadaan. 

 

Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym mengingatkan, penyebab stres kerap kali bukan karena situasi di luar diri, melainkan karena terlalu banyak berpikir dan minim berdzikir.

 

“Manusia itu diberi anugerah akal oleh Allah Ta’ala. Ini aset luar biasa. Tapi kalau akal digunakan tanpa dibingkai iman dan dzikir, pikiran itu bisa liar ke mana-mana, membayangkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Akhirnya kita sendiri yang gelisah,” ujar Aa Gym dalam laman resmi Daarut Tauhiid, Kamis, 10 Juli 2025.

 

Menurut pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini, berpikir memang menjadi keistimewaan manusia, tetapi harus disertai kesadaran akan kehadiran Sang Pencipta. Ia menekankan pentingnya berdzikir di sela aktivitas akal, sebab hati yang selalu ingat Allah akan lebih kuat menghadapi tekanan hidup.

 

“Kita boleh berpikir keras, merancang masa depan, memecahkan masalah. Tapi jangan pernah lepas dari dzikir. Karena saat pikiran keluar jalur, Allah kasih alarm berupa rasa gelisah. Itu bukan hukuman, tapi bentuk sayang-Nya supaya kita ingat kembali,” katanya.

 

Aa Gym pun mengajak umat Islam melatih diri menyelaraskan pikiran dengan dzikir. Sebab, menurut dia, ketenangan hakiki hanya bisa diperoleh melalui hati yang terhubung dengan Allah. 

 

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 28: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

 

Lebih lanjut, ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad Shallallahu


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0