Pelatihan budidaya magot ke kelompok tani di jabar melalui program Dospulkam IPB University
KOSADATA - Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University pada Juni–Agustus 2025 membawa pengalaman berkesan bagi Kelompok Tani Jabar 7.2 di Desa Tenjowaringin. Menurut Ketua Kelompok Tani, Asep Taufik Ahmad, kegiatan ini menjadi kolaborasi perdana dengan IPB setelah kelompok tani berdiri selama 15 tahun.
“Pertanian di Tenjowaringin ini sangat subur, istilahnya kalau dilempar apa saja langsung tumbuh,” ujar Asep yang juga aktif membudidayakan sayuran untuk kebutuhan rumah tangga. Selain bercocok tanam, sebagian besar masyarakat juga beternak dan membudidayakan ikan.
Dalam pelatihan 10 Juni 2025, tiga tema utama yang diberikan dosen IPB mendapat sambutan positif. Menurut Asep, pelatihan budidaya maggot awalnya membuat sebagian warga merasa enggan, namun setelah mendapat penjelasan, banyak yang justru tertarik mencoba skala rumahan. Begitu pula pelatihan probiotik untuk pakan ikan yang dinilai sangat aplikatif, mengingat hampir setiap rumah memiliki kolam.
Pakan probiotik terbukti membantu meningkatkan imunitas ikan terhadap patogen sehingga jarang sakit. Selain itu, penggunaan alat biopori juga diterapkan sebagai solusi mencegah genangan air sekaligus media pengomposan sampah organik. Dengan cara ini, masyarakat berharap dapat memanen pupuk organik langsung dari lubang biopori yang dibuat.
Walaupun program Dospulkam hanya berlangsung dalam dua kali kunjungan (pelatihan di tanggal 10 Juni dan monitoring di tanggal 18 Agustus), dampaknya sudah terasa. “Kegiatan ini sangat membantu dan meninggalkan kesan hangat, sehingga masyarakat terus melanjutkan project yang diberikan,” ujar Asep.
Meski demikian, ia mengakui ada tantangan, terutama dari kalangan pemuda yang sering merasa enggan dan ragu sebelum benar-benar mencoba. Untuk itu, komunikasi dan pendampingan menjadi kunci agar masyarakat lebih percaya diri dalam menerapkan teknologi yang
Comments 0