Menko Marvest, Luhut B Pandjaitan. Foto: maritim.go.id
Tahun ini dan tahun depan, kata Luhut, Indonesia harus bersiap untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim di Indonesia dengan musim kemarau yang semakin panjang dan kering, serta curah hujan yang lebih rendah. Pada bulan Agustus-September diprediksi El-Nino akan mencapai puncak dengan intensitas lemah hingga moderat.
Hal ini berpotensi berdampak pada ketersediaan air, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan. Dampak perubahan iklim dan El-Nino ini pun niscaya akan berpengaruh terhadap DAS Citarum, sehingga diperlukan langkah antisipatif diperlukan seperti peringatan dini, pengumpulan air hujan, pengelolaan bendungan yang optimal, penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca, serta promosi pertanian tadah hujan dan sumur bor.
"Melalui Program Integrated Solid Waste Management (ISWMP) dengan dukungan World Bank di DAS Citarum telah dibangun fasilitas-fasilitas pengolahan sampah (TPST). Diharapkan dapat dikelola dan dioperasikan secara berkelanjutan. Untuk pengelolaan sampah di Kawasan Bandung Raya, diharapkan Pak Gubernur dapat mempercepat proses Pembangunan PSEL di Legok Nangka. Keberadaan PSEL ini tidak hanya menjadi langkah maju dalam mengatasi permasalahan sampah, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menangani volume sampah yang semakin meningkat," tutup Luhut.***
Comments 0