Sabtu La Bae, salah satu warga Pulau Rhun, Kabupaten Maluku Tengah bersama keluarga tampak serius menonton televisi di rumahnya setelah listrik PLN masuk ke dusun tersebut. Foto: ist
“Dulu penerangan di dusun kami sangat terbatas, banyak aktivitas yang terkendala. Sekarang, berkat perjuangan PLN, kami bisa menikmati listrik sepanjang hari. Anak-anak dapat belajar lebih lama di malam hari, dan kegiatan rumah tangga pun menjadi lebih mudah dilakukan. Kesejahteraan kami meningkat, dan kami sangat bersyukur atas kebaikan PLN,” kata Malik dengan penuh rasa terima kasih.
Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto menegaskan komitmen PLN untuk terus menyediakan listrik di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). "Listrik adalah kebutuhan dasar bagi rakyat Indonesia. Sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo tentang swasembada energi, kami berkomitmen untuk memastikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” ujar Adi.
General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, menjelaskan bahwa pasokan listrik ke lima pulau ini berasal dari sistem pembangkit terisolasi di masing-masing pulau. Pulau Ay, dengan kapasitas 200 kW, Pulau Hatta (215 kW), Pulau Rhun (120 kW), Pulau Sjahrir (40 kW), dan Pulau Buano dengan kapasitas 720 kW. Keberhasilan ini, menurut Awat, tidak lepas dari dukungan penuh dari seluruh pihak yang terlibat dalam memastikan kehadiran listrik di wilayah tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan yang turut berjuang mewujudkan penerangan di lima pulau ini. Kehadiran listrik 24 jam ini, diharapkan dapat memberi kenyamanan lebih bagi masyarakat dalam beraktivitas dan beribadah, khususnya di bulan Ramadan,” pungkas Awat.
Dengan kehadiran listrik yang stabil, harapan akan kehidupan yang
Comments 0