Salah satu penjual es selendang mayang di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Foto: kosadata
Nama selendang mayang muncul karena bentuk jajanan ini sendiri. ‘Selendang’ dari warna makanan yang berwarna hijau, putih, dan merah seperti selendang penari. Sementara ‘Mayang’ memiliki arti kenyal dan manis. Selain selendang, jajanan ini sekilas mirip dengan kue lapis. Namun, berbeda lagi dengan teksturnya. Potongan kecil berwarna-warni ini lebih kenyal dan lembut di lidah.
Meski sudah jarang ditemukan pedagangnya, tidak ada salahnya kita melestarikan es selendang mayang dengan membuatnya sendiri. Apalagi, kita mudah menemukan bahan-bahan pembuat es selendang mayang ini. Seperti sagu aren, tepung beras, atau hunkue (tepung dari kacang), yang dibuat menjadi adonan yang mirip dengan agar-agar. Adonan ini dibuat seperti kue lapis dengan warna merah, hijau, dan putih.
Adonan yang sudah matang kemudian dipotong tipis melebar seperti kue lapis sesaat sebelum es disajikan. Biasanya, untuk memotong kue ini digunakan bambu tipis.
Selanjutnya kue diracik bersama kucuran sirup gula merah dan es batu, lalu disiram kuah santan. Rasanya manis dengan semburat rasa gurih dari pemakaian santan. Paling enak dimakan dingin-dingin agar menyegarkan.***
Comments 0