Narasi Cerita untuk Kembangkan Destinasi Wisata

Ida Farida
Nov 04, 2025

Foto: ist

langsung disambut para mitra. Tutik, perwakilan Banyumanik Research Center, menilai kebutuhan mendesak saat ini adalah merangkai ulang kisah perjuangan warga dalam mengakses air—sebuah cerita epik yang membentuk karakter pedukuhan. 

“Pendampingan diperlukan agar kisah perjuangan warga dari dulu sampai sekarang bisa dinarasikan dengan tepat,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari pemerintah desa. Lurah Pacarejo, Eko Yulianto, menegaskan sinergi ini dapat membuka peluang baru bagi masyarakat. 

“Kami berterima kasih atas pendampingan ini. Semoga kolaborasi terus berlanjut untuk memberdayakan warga, baik di sektor wisata maupun pertanian perkebunan,” katanya.

Dengan pijakan awal berupa pemetaan aset dan kekuatan narasi, Banyumanik kini mulai menata langkah menuju panggung pariwisata berbasis masyarakat. Cerita-cerita lama yang selama ini hanya hidup di beranda rumah dan obrolan malam, bersiap menemukan panggung baru sebagai daya tarik wisata—menghidupkan ekonomi, merawat budaya, dan menegaskan identitas desa di tengah lanskap karst Gunungkidul.

Banyumanik, tampaknya, baru membuka bab pertama dari perjalanan panjangnya sebagai destinasi wisata berbasis cerita.***

Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0