Foto: ist
“Pendampingan diperlukan agar kisah perjuangan warga dari dulu sampai sekarang bisa dinarasikan dengan tepat,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari pemerintah desa. Lurah Pacarejo, Eko Yulianto, menegaskan sinergi ini dapat membuka peluang baru bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas pendampingan ini. Semoga kolaborasi terus berlanjut untuk memberdayakan warga, baik di sektor wisata maupun pertanian perkebunan,” katanya.
Dengan pijakan awal berupa pemetaan aset dan kekuatan narasi, Banyumanik kini mulai menata langkah menuju panggung pariwisata berbasis masyarakat. Cerita-cerita lama yang selama ini hanya hidup di beranda rumah dan obrolan malam, bersiap menemukan panggung baru sebagai daya tarik wisata—menghidupkan ekonomi, merawat budaya, dan menegaskan identitas desa di tengah lanskap karst Gunungkidul.
Banyumanik, tampaknya, baru membuka bab pertama dari perjalanan panjangnya sebagai destinasi wisata berbasis cerita.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0