Anggota Komisi IV DPR RI, Mufti Anam. Foto: ist.
KOSADATA — Ferry Julianto telah resmi dilantik oleh Prabowo Subianto menjadi Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie. Anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi PDIP, Mufti Anam, mengatakan bahwa langkah Presiden ini sebagai pesan tegas bahwa posisi kementerian tidak dapat diisi oleh orang yang bermasalah.
"Reshuffle ini harus dibaca sebagai pesan tegas dari Presiden Prabowo, Kementerian Koperasi ini tidak boleh dipimpin oleh orang yang tersandera masalah. Selama ada beban hukum yang belum selesai, sulit bagi siapapun untuk fokus pada percepatan program," kata Mufti saat dihubungi oleh wartawan pada Senin, 8 September 2025.
Mufti yakin, Ferry Julianto dapat membawa angin dalam lingkungan Kementerian Koperasi dan dapat membawa kementerian ini ke arah perubahan yang lebih baik.
Pak Ferry bukan orang baru, beliau sudah lama mengurusi koperasi dan paham betul denyut persoalan di lapangan. Karena itu, tidak ada alasan untuk menunda lagi. Roadmap Koperasi Merah Putih harus jalan sekarang juga," ucapnya.
Mufti juga menyatakan bahwa Komisi IV DPR RI akan selalu mendukung program-program Kementerian Koperasi, namun juga akan diiringi dengan pengawasan yang ketat. Mufti juga menekankan bahwa pos kementerian haruslah diisi oleh orang-orang yang memiliki keberpihakan pada rakyat kecil, bukan berdasarkan loyalitas pada kelompok terntentu.
"Saya yakin Presiden sudah memilih orang yang tepat. Tapi ke depan, yang diukur bukan sekadar loyalitas politik, melainkan seberapa cepat dan seberapa nyata koperasi bisa mengurangi ketimpangan. Itulah standar yang akan dipakai publik, dan itulah yang akan kami kawal di DPR," ujar Mufti.
Mufti mengakui dirinya cukup kaget ketika mengetahui pergantian menteri di Kebinet Merah Putih, mengingat pada hari ini Budi
Comments 0