SBY sampaikan peringatan serius tentang masa depan peradaban global. Foto: ist
KOSADATA - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan peringatan serius tentang masa depan peradaban global dalam pidatonya bertajuk World Disorder and The Future of Our Civilization di Ballroom Menara Bank Mega, Jakarta.
Dalam pidato yang sarat refleksi tersebut, SBY menekankan bahwa tanpa keadilan dan demokrasi yang sehat, dunia terancam menghadapi krisis peradaban.
“Kita harus menjaga keseimbangan antara stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan kebebasan sipil. Dunia harus bersatu untuk transisi energi bersih, restorasi ekosistem, dan ekonomi hijau demi menyelamatkan peradaban dari kehancuran,” ujar SBY, kemarin.
SBY memetakan empat arus besar peradaban yang berdampak langsung terhadap Indonesia: globalisasi ekonomi, revolusi teknologi informasi, perubahan iklim, serta pergeseran nilai dan budaya. Ia menilai krisis makna dan tantangan identitas kini menjadi tantangan nyata bagi generasi muda di tengah derasnya banjir informasi.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang turut hadir dalam acara tersebut, menambahkan bahwa pembangunan peradaban Indonesia harus menjadi bagian dari agenda kemanusiaan global.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan penguatan konektivitas antarwilayah untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan.
“Indonesia harus menjadi kekuatan solid dalam mencari solusi atas disrupsi dan krisis dunia,” kata AHY seusai acara.
Sejalan dengan itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan global dan memperkuat ketahanan peradaban bangsa.
Menurutnya, 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada dapat menjadi mesin inovasi dan kewirausahaan yang relevan dengan era disrupsi.
“Ekonomi kreatif mendorong penciptaan lapangan kerja, penguatan identitas budaya, dan daya saing Indonesia di pasar global. Ini merupakan jawaban konkret atas krisis
Comments 0