Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati. Foto: ist.
KOSADATA - Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati mengecam keras serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI saat bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan. Ketiga prajurit tersebut gugur dalam rangkaian serangan yang diduga berasal dari militer Israel dalam sepekan terakhir.
"Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia," ujar Sari Yuliati dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 5 April 2026 di Jakarta.
Tiga prajurit yang gugur dalam misi perdamaian tersebut adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Presiden Prabowo Subianto menyatakan negara memberikan penghormatan tertinggi atas jasa mereka dan berkomitmen memastikan pengorbanan para prajurit tersebut tidak sia-sia.
Berdasarkan kronologi kejadian, rangkaian serangan terhadap Kontingen Garuda TNI bermula pada Minggu, 29 Maret 2026. Sebuah mortir menghantam markas TNI di Adchit al-Qusayr yang mengakibatkan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon gugur saat sedang menunaikan salat di masjid markas. Tiga rekan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Serangan berikutnya terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 di wilayah Bani Hayyan. Sebuah kendaraan logistik yang ditumpangi personel TNI meledak dan rusak parah. Insiden ini menewaskan Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dan Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, serta melukai dua prajurit lainnya yang tengah menjalankan misi dukungan suplai.
Eskalasi serangan terus meningkat hingga Jumat malam, 3 April 2026. Ledakan kembali terjadi di Pos UNIFIL El Adeisse yang menyebabkan tiga prajurit TNI terluka, di mana dua di antaranya mengalami cedera serius.
Saat ini, pemerintah tengah berkoordinasi untuk proses pemulangan jenazah ketiga
Comments 0