Foto: ist
KOSADATA - Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, mengingatkan bahwa rezeki dalam Islam tidak terbatas pada harta, melainkan mencakup seluruh nikmat Allah, termasuk yang kerap luput dari perhatian.
Menurutnya, rezeki justru hadir dalam spektrum yang jauh lebih luas.
“Setiap nikmat dari Allah, sekecil apa pun, itu rezeki yang wajib disyukuri,” ujar Aa Gym seperti dilansir laman resmi Daarut Tauhiid, Senin, 3 November 2025.
Dia menegaskan, sebagian rezeki bahkan tidak dapat diukur dengan angka maupun ditangkap oleh mata. Salah satu karunia terbesar itu adalah ditutupinya aib manusia. Aa Gym menggambarkannya sebagai bentuk kasih sayang Ilahi yang sering tak terlihat.
“Coba bayangkan bila Allah membuka semua keburukan kita. Mungkin tak ada yang mau mendekat,” katanya.
Ia menegaskan, ketika Allah sesekali menyingkap aib seseorang, hal itu bukan semata hukuman. Justru bisa menjadi teguran lembut agar manusia bergegas kembali ke jalan pertobatan.
“Yang dibuka pun hanya sedikit. Selebihnya masih ditutup oleh-Nya. Itulah tanda sayang,” tutur pendakwah yang dikenal dengan gaya bertuturnya yang menenangkan itu.
Aa Gym juga menyinggung rezeki yang hadir melalui keseimbangan alam: pergantian siang dan malam. Siang, katanya, adalah ruang untuk bekerja dan berkarya, sedangkan malam disediakan untuk beristirahat dan menenangkan diri.
“Sistem ini sempurna. Kita sering lupa bahwa pergantian waktu itu sendiri adalah nikmat,” ucapnya.
Rezeki, lanjutnya, tidak berhenti pada harta atau kepemilikan. Pakaian yang menutup tubuh, rumah yang memberi teduh, makanan yang menyehatkan, juga pasangan hidup serta anak-anak yang menenteramkan hati—semuanya bagian dari rezeki. Bahkan, kesehatan yang kerap dianggap biasa-biasa saja adalah anugerah besar.
“Pendengaran, penglihatan, dan keselamatan—itu
Comments 0