Foto: ist
KOSADATA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pendekatan baru berbasis rekayasa antarmuka paduan oksida melalui oksidasi parsial katalis ferrosilikon (FeSi) untuk mendegradasi polutan kompleks yang selama ini sulit terurai.
Penelitian ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas industri, termasuk sektor kesehatan, yang menghasilkan limbah dengan karakter stabil dan sukar dipecah secara alami.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Katalisis BRIN, Oman Zuas, mengatakan metode konvensional selama ini belum menyelesaikan persoalan secara tuntas.
“Selama ini, metode yang digunakan cenderung hanya memindahkan polutan, bukan mendegradasinya. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih efektif,” ujar Oman seperti dilansir laman resmi BRIN, Sabtu, 18 April 2026.
Pendekatan yang dikembangkan berfokus pada rekayasa antarmuka antara paduan FeSi dan oksida melalui proses oksidasi parsial. Proses sintesis dilakukan pada suhu relatif rendah, sekitar 60 derajat Celsius, dengan waktu oksidasi kurang dari dua jam, lalu dilanjutkan tahap pengeringan selama 12 jam.
Dalam eksperimen tersebut, peneliti juga menggunakan variasi oksidator berbasis asam untuk mendapatkan karakter material yang optimal.
Hasil awal menunjukkan terbentuknya sejumlah fase penting seperti Fe₃O₄ dan SiO₂ amorf yang teridentifikasi melalui analisis XRD. Selain itu, uji FTIR mengungkap keberadaan gugus Fe–O, Si–O–Si, serta O–H yang berperan dalam struktur katalis.
Temuan ini menandai keberhasilan awal dalam membangun antarmuka material yang dinilai mampu meningkatkan aktivitas katalitik.
Keunggulan metode ini terletak pada prosesnya yang sederhana, biaya relatif rendah, serta potensi pengembangan sebagai solusi pengolahan polutan berkelanjutan. Secara nasional, riset ini dinilai relevan untuk mendukung pengendalian pencemaran lingkungan sekaligus memperkuat teknologi katalisis dalam negeri.
Penelitian ini juga bersifat multidisiplin dan membuka peluang kolaborasi lintas bidang,
Comments 0