Bendungan untuk pengelolaan air bersih konsumsi di Indonesia. Foto: dok KemenPUPR
Selain pembangunan sumur bor, Kementerian PUPR juga mengoptimalkan fungsi tampungan air pada bendungan, situ, embung, dan danau.
Saat ini tengah dilakukan pemantauan terhadap kondisi 13 waduk utama, yaitu Jatiluhur, Jatigede, Kedung Ombo, Batu Tegi, Wadas Lintang, Wonogiri, Karang Kates, Bili Bili, Wonorejo, Paselloreng, Bintang Bano, Kalola, dan Tapin.
Tercatat per 6 Agustus 2023, volume ketersediaan air dari 13 waduk utama tersebut sebesar 3,37 miliar m3 dari tampungan efektif sebesar 5,93 miliar m3 dan tampungan efektif 5,55 miliar m3.
Luas area yang bisa dilayani dari ke-1ke-13 bendungan tersebut adalah 568.074 hektare dari total 572.485 hektare.
Kemudian juga terus menyelesaikan 13 bendungan lanjutan (on going) di 2023.
Secara kesuruhan bendungan di Indonesia sebanyak 223 bendungan dengan total volume tampung 6,73 miliar m3, sebanyak 3.464 embung dengan total volume 262,89 juta m3, dan sebanyak 114 danau dengan volume efektif 21,84 miliar m3.
Jarot menambahkan untuk antisipasi kekeringan lahan pertanian, Kementerian PUPR secara struktural melakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 412.541 hektare.
Kemudian juga terdapat pekerjaan operasi dan pemeliharaan (OP) daerah irigasi 3.015.345 hektare dan operasi dan pemeliharaan 923 sungai.
Lahan pertanian yang mengalami dampak kekurangan air pada musim kemarau tahun 2023 umumnya adalah sawah tadah hujan dan sawah yang mengandalkan irigasi teknis dari bendung yang bergantung pada debit air sungai.
"Jadi ini jangan sampai sudah terjadi kekeringan, kami baru bergerak. Saya sudah meminta tolong kepada kepala-kepala balai untuk peka terhadap
Comments 0