Panglima Laskar Nasional SPN
Aksi tersebut, kata Buya Fauzi, bertujuan meminta Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, turun tangan langsung dan memerintahkan Gubernur KDM merevisi SK UMSK 2026 agar kembali sesuai dengan rekomendasi resmi bupati dan wali kota.
“Ini bukan permintaan berlebihan. Kami hanya menuntut janji ditepati,” ujarnya.
Ancaman pun dilontarkan tanpa tedeng aling-aling. Berdasarkan hasil konsolidasi dengan pimpinan serikat pekerja se-Jawa Barat, Buya Fauzi memastikan bahwa jika revisi tidak segera dilakukan, mogok daerah dan penghentian produksi di seluruh pabrik Jawa Barat hanya tinggal menghitung hari.
“Buruh tidak akan diam. Jika janji tidak dilunasi, maka roda industri Jawa Barat yang akan berhenti,” pungkasnya.
Comments 0