Dari Limbah Jagung Jadi Lampu Penyembuh: Inovasi Siswa MAN Pekalongan Bikin Kagum

Fahmi Wahyudi
Oct 20, 2025

Foto: dok. Kemenag

kayu furnitur bekas yang diolah kembali. 

Permukaannya dihiasi kaligrafi Al-Qur’an dan motif batik Pekalongan, menghadirkan harmoni antara fungsi, seni, dan spiritualitas.

Lebih dari sekadar produk kriya, Mis-qall Lamp menjadi contoh nyata ekonomi sirkular berbasis kearifan lokal. Limbah pertanian yang semula tak bernilai kini menjelma menjadi produk fungsional bernilai tinggi sekaligus sarana terapi mental dan pelestarian budaya.

Inovasi ini dikembangkan melalui metode Research and Development (R&D) dengan bimbingan guru MAN IC Pekalongan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Rumah Atsiri Indonesia sebagai penyedia minyak esensial. 

Ryan dan Bima kini tengah menyiapkan pengembangan smart lamp berbasis aplikasi untuk pengaturan cahaya dan musik secara digital.

“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi. Dengan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan cinta budaya, kita bisa menciptakan solusi nyata,” ucap Ryan.

Dengan Mis-qall Lamp, dua pelajar muda ini membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari empati. Dari bonggol jagung dan batik Pekalongan, mereka menyalakan cahaya yang tak hanya menerangi, tetapi juga menenangkan.***

Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0