Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Foto: ist.
KOSADATA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima komitmen dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait target pencapaian swasembada jagung dalam waktu dekat. Target ini menjadi prioritas nasional berikutnya setelah Indonesia dinyatakan swasembada beras sejak tahun 2025 lalu.
Prabowo menegaskan, langkah besar ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan Kementerian Pertanian serta dukungan penuh dari institusi TNI dan Polri untuk memastikan kedaulatan pangan terjaga.
"Saya dijanjikan oleh Pak Amran, oleh Wamentan (Sudaryono), didukung oleh TNI dan Polri bahwa jagung pun, kita dalam waktu dekat, akan swasembada," ujar Presiden Prabowo saat menghadiri acara Panen Raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Presiden menilai, pencapaian swasembada jagung memiliki urgensi tinggi karena berkaitan langsung dengan upaya pemerintah dalam menekan harga pakan ternak. Sebagai komponen energi utama pakan, ketersediaan jagung yang melimpah diharapkan mampu menciptakan efisiensi bagi para peternak dan petani di lapangan.
"Pakan akan murah untuk seluruh peternak, petani kita, akan kita turunkan. Kalau bisa, kita turunkan lagi harga-harga pupuk," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti keberlanjutan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang telah diberlakukan sejak 22 Oktober 2025. Melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, harga berbagai jenis pupuk seperti Urea, NPK, hingga pupuk organik telah dipangkas untuk meringankan beban produksi petani.
Prabowo menegaskan bahwa ambisinya menjadi kepala negara adalah untuk memastikan kesejahteraan rakyat kecil melalui harga pangan dan sarana produksi pertanian yang terjangkau.
"Saya ingin jadi Presiden, prestasi yang saya idam-idamkan, di mana harga-harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih
Comments 0