Fransiscus Go, pengusaha properti. Foto: ist
KOSADATA — Pesatnya pertumbuhan industri properti membuka peluang karier baru yang menjanjikan: Building Manager. Profesi ini dinilai strategis dalam mengelola aset gedung secara profesional dan mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan.
Fransiscus Go, pengusaha properti dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, menilai posisi Building Manager (BM) akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan gedung modern.
“Gaji yang kompetitif, bahkan bisa dua hingga tiga kali lipat dari manajer biasa, menjadi salah satu daya tarik utama,” ujar Frans Go dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 8 Mei 2025.
Menurut pria yang akrab disapa Frans Go ini, profesi BM cocok bagi mereka yang menyukai tantangan dan memiliki jiwa kepemimpinan serta visi bisnis.
“Jika Anda punya kemampuan manajerial dan strategi bisnis, profesi ini bisa membawa Anda masuk ke jantung industri properti,” kata alumni Lemhanas Angkatan 49 itu.
Ia menambahkan, seorang BM yang andal dapat meningkatkan Net Operating Income (NOI) gedung hingga lebih dari 20 persen melalui strategi penyewaan, efisiensi operasional, hingga pemanfaatan teknologi bangunan pintar (smart Building).
“Seorang Building Manager bukan hanya pengelola gedung, tapi pencipta nilai. Dari komposisi penyewa, parkir, hingga biaya operasional, semua bisa dioptimalkan,” ujarnya.
Sektor properti sendiri merupakan salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi di subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai Rp122,9 triliun sepanjang 2024, menjadikannya sebagai salah satu dari empat subsektor dengan nilai investasi tertinggi.
Sebanyak 20.017 proyek berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), sementara 17.818 proyek lainnya tercatat dari penanaman modal asing (PMA).
“Properti punya daya serap
Comments 0