Foto: ist
KOSADATA — Gemerlap lampu catwalk di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan, Senin, 27 Oktober 2025 malam, menjadi saksi dibukanya Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Ajang mode tahunan yang ke-18 ini berlangsung hingga 2 November 2025, menampilkan lebih dari 120 desainer dari dalam dan luar negeri, termasuk Korea Selatan, Malaysia, Filipina, dan Singapura.
“Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antarnegara di bidang fesyen, sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat mode regional dan global,” ujar Rano dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi tengah mendorong penguatan peran Jakarta sebagai kota mode dunia melalui penyediaan infrastruktur modern yang berpadu dengan kekayaan tradisi.
“Jakarta harus menjadi ruang inklusif untuk bersinergi, berkreasi, dan berkarya,” katanya.
Dengan mengusung tema “The Legacy of Style”, JFW 2026 disebut Rano sebagai refleksi perjalanan panjang Jakarta menuju masa depan penuh inovasi, tanpa meninggalkan akar budaya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan inisiatif baru, Jakarta Fashion Force, hasil kolaborasi Pemprov DKI dengan pihak penyelenggara JFW. Program ini diharapkan menjadi wadah pengembangan desainer muda agar mampu menembus pasar global.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai JFW 2026 sebagai momentum penting untuk meneguhkan posisi Indonesia di peta fesyen dunia. “Jakarta Fashion Week adalah panggung utama kreativitas anak bangsa, tempat tradisi dan inovasi bertemu,” ucapnya.
Menurut Widiyanti, generasi muda kini semakin mencintai produk lokal karena menilai keotentikan dan keberlanjutan sebagai nilai penting dalam gaya hidup modern. “Semangat inilah yang membuat industri mode Indonesia semakin berdaya dan relevan di mata dunia,” katanya
Comments 0