Ilustrasi AI Prabowo Subianto dan Rakabuming Raka. Foto: tiktok @bapakmas_ri1
Kedua, lanjut Denny JA, gemoy ini sebagai sebuah kata baru sangat populer di kalangan milenial. Ini memang bahasa anak- anak muda. Dua tahuh ini memang ada beberapa kata baru yang menjadi kata pergaulan. gemoy salah satunya.
Terutama di kalangan pemain TikTok, atau TikTokers, kata gemoy itu diucapkan untuk mereka yang dianggap menggemaskan, lucu. Ini kata yang diberikan kepada orang-orang yang mereka suka, yang disayangi.
"Ketiga, kata gemoy ini juga membangkitkan kreativitas bertutur. Sekarang banyak ucapan yang menyertai kata gemoy itu," imbuhnya.
Kemana pun Prabowo pergi, jelas Denny JA, maka relawan dan publik yang hadir meneriakkan kata gemoy dengan berbagai redaksi yang berbeda. Salah satu yang populer sekarang ini adalah: Apakah boleh presiden segemoy ini?
Meski Pilpres masih 3 bulan lagi, ungkap Denny JA, namun kata gemoy menjadi branding baru yang organik dan viral. Jelaslah ini menguntungkan Prabowo jika ia tetap menampilkan citranya yang segemoy itu, yang rileks saja, yang humoris, yang akrab, menganggap semua kawan dan keluarga.
"Pilpres kali ini lebih semarak, lebih humoris, karena juga mempopulerkan sebuah kosa kata baru, yang mungkin pada waktunya akan menjadi kata resmi di kamus bahasa Indonesia," tandasnya.***
Comments 0