Kendalikan Harga, Polri Bikin Gerakan Pangan Murah hingga Besok

Ida Farida
Aug 15, 2025

Polri gelar gerakan pangan murah. Foto: dok. Polri

KOSADATA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Perum Bulog meluncurkan Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya menstabilkan harga pangan, khususnya beras, menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Peluncuran program dipusatkan di Kantor Wilayah Bulog DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Acara ini dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, dan Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan kick-off Gerakan Pangan Murah secara nasional. Sampai 13 Agustus, 5.706 ton beras SPHP telah disalurkan di 4.705 titik. Hari ini saja, kami distribusikan 2.424 ton beras di 1.552 titik, menyasar hampir 485 ribu penerima manfaat,” ujar Kapolri Listyo Sigit dilansir laman resmi Polri, Jum'at, 15 Agustus 2025.

Kapolri juga memastikan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula yang dijual melalui program ini tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar 1,3 juta ton beras SPHP segera disalurkan.

“Evaluasi mingguan akan kami lakukan untuk memastikan program berjalan optimal. Tujuan kita satu: menjaga agar harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam kesempatan itu menyoroti peran strategis Gerakan Pangan Murah dalam menjaga inflasi nasional. Ia menyebut inflasi Juli 2025 tercatat 2,37 persen, masih dalam target 1,5–3,5 persen.

“Namun, beras tetap harus diawasi. Di beberapa daerah timur, sempat ditemukan harga beras di atas HET, Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Sekarang, berkat


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0