Siswa SMKN 58 Jakarta terus menggali beragam pola batik Betawi yang diajarkan gurunya. Foto: Kemendikbudristek
Pola Tumbuhan dan Buah
Pola batik Betawi juga tidak terlepas dari motif-motif mengenai tumbuhan, khususnya tumbuhan yang ada di daerah Jakarta. Supartiah menyebutkan bahwa terdapat beberapa motif tumbuhan yang biasa dipakai, seperti motif daun srigading, melati gambir, bahkan sampai dengan buah kecapi.
Pola Kreasi
Menurut Supartiah, saat ini banyak pola batik Jakarta hasil kreasi tanpa memudarkan unsur-unsur Betawi. Sebagai contoh, terdapat motif burung elang bandol, yang mana burung tersebut menjadi burung maskot DKI Jakarta. Tak hanya itu, terdapat juga pola motif yang menggambar kuliner-kuliner Jakarta, seperti kue rangi bahkan kerak telor.
Dengan berbagai pola dan motif, batik Jakarta itu mencerminkan kekayaan budaya Betawi dan sejarah panjang ibu kota. Motif-motif khas Batik Betawi termasuk ondel-ondel, tugu Monas, dan pencakar langit, yang semuanya mencerminkan budaya dan sejarah Jakarta. Sejarah Jakarta sendiri sangat panjang dan beragam. Kota ini awalnya dikenal sebagai Sunda Kelapa pada abad ke-4 Masehi dan merupakan pelabuhan penting.
Pada tahun 1527, Pangeran Fatahillah dari Demak merebut Sunda Kelapa dan mengubah namanya menjadi Jayakarta. Selama masa kolonial Belanda, kota ini dikenal sebagai Batavia, dan akhirnya menjadi Jakarta setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. ***
Comments 0