Foto: dok. Daarut Tauhiid
KOSADATA — Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, mengingatkan pentingnya keberanian untuk meminta maaf sebagai bagian dari upaya menyucikan hati dan memperbaiki hubungan antar manusia. Ia menilai banyak orang justru merasa berat mengucapkan maaf karena khawatir terlihat lemah atau takut tidak diterima.
“Banyak yang enggan meminta maaf karena merasa martabatnya turun. Padahal soal dimaafkan atau tidak, itu urusan lain. Yang terpenting adalah ikhtiar kita,” ujar Aa Gym seperti dilansir laman resmi Daarut Tauhiid, Senin, 8 Desember 2025.
Menurutnya, permintaan maaf sejatinya bukan ditujukan untuk mendapat sanjungan manusia, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
“meminta maaf kepada sesama dan bertaubat kepada Allah adalah cara menyelesaikan urusan dunia agar tidak terbawa ke akhirat. Allah menjadi saksi bahwa kita sudah berusaha menebus kesalahan,” katanya.
Aa Gym menegaskan seseorang tidak perlu gelisah bila permintaan maafnya ditolak. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an,
“Jadilah engkau pemaaf, perintahkanlah yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” Menurutnya, sikap lapang dada dan menyerahkan hasil kepada Allah merupakan bentuk kematangan spiritual.
Ia juga menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sedekah tidak mengurangi harta dan orang yang memaafkan justru ditinggikan derajatnya oleh Allah.
“Siapa yang merendahkan diri karena Allah, Allah yang akan meninggikan derajatnya,” tutur Aa Gym.
Di akhir penjelasannya, Aa Gym menilai kesombongan sering menjadi akar sulitnya seseorang mengakui kesalahan. Padahal, menurutnya, ketulusan meminta maaf justru menghadirkan ketenangan batin.
“Kesalahan yang tidak diselesaikan membuat hati gelisah. Mintalah maaf dengan niat tulus berharap ridha Allah, bukan berharap perlakuan manusia,” katanya.***
Comments 0