Foto: Pixabay/Joffi
KOSADATA — Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, mengingatkan umat Islam agar mewaspadai kegelisahan hati sebagai sinyal kuat ketergantungan berlebihan pada urusan dunia.
Menurut Aa Gym, hati yang resah kerap kali bukan disebabkan oleh masalah besar, melainkan karena arah kecenderungan batin yang mulai bergeser dari Allah Ta’ala menuju dunia.
“Kalau hati mulai gelisah, coba cek: hatinya condong ke Allah atau ke dunia? Salah satu tanda hati sudah dikuasai dunia adalah ketika kita bergantung pada manusia, ingin dipuji, dihormati, disayang, dan selalu haus perhatian,” ujar Aa Gym dalam laman resmi Daarut Tauhiid, dikutip Jum'at, 6 Februari 2026.
Ia menegaskan, ketika dunia menjadi pusat orientasi, maka ketenangan akan sulit diraih. Sebab, dunia bersifat sementara dan penuh perubahan, sementara hati manusia mendambakan ketetapan.
Aa Gym kemudian berbagi pengalaman pribadinya yang menjadi titik balik kesadaran spiritual. Ia bercerita tentang seekor kuda kesayangannya yang diberi nama Aladiyat.
“Saking cintanya, ke mana-mana ingat kuda. Pulang dari Jakarta, yang pertama saya kunjungi justru kuda, bukan orangtua. Saat kuda itu mati, baru saya sadar, betapa hati ini sudah bergantung dan ternodai,” ungkapnya.
Ia mengakui, kecintaan berlebihan itu sempat merusak kualitas hubungannya dengan Allah. Dari peristiwa tersebut, Aa Gym menekankan bahwa sesuatu yang dicintai secara berlebihan dapat menjadi hijab antara hamba dan Tuhannya.
Tak hanya itu, Aa Gym juga mengajak para ibu untuk melakukan muhasabah sederhana namun mendalam: untuk siapa berhias dan berdandan?
“Coba cek, ibu-ibu berhias itu untuk siapa? Kadang keluar rumah tampil menarik demi perhatian orang lain,
Comments 0