Kemiskinan Jateng Turun! BPS Catat 3,34 Juta Warga Miskin per September 2025

Fahmi Wahyudi
Feb 06, 2026

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said. Foto: dok. Pemprov Jateng

KOSADATABadan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah pada September 2025 turun menjadi 3,34 juta orang atau setara 9,39 persen. Angka ini menurun 0,09 persen poin dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 9,48 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said mengatakan, penurunan kemiskinan tersebut mencerminkan perbaikan kondisi sosial ekonomi di wilayah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.

“Jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah pada September 2025 tercatat 3,34 juta orang. Jika dibandingkan Maret 2025, jumlahnya turun 21,86 ribu orang. Sementara bila dibandingkan September 2024, terjadi penurunan sebanyak 51,52 ribu orang,” ujar Ali Said dalam keterangannya, Jum'at, 6 Februari 2026.

Menurut Ali, ada sejumlah faktor yang mendorong penurunan kemiskinan. Salah satunya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada triwulan III 2025.

Selain itu, sektor pertanian turut memberikan kontribusi signifikan dengan meningkatnya produksi padi sebesar 484 ribu ton gabah kering giling (GKG). Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan menjadi 4,66 persen.

BPS mencatat, penghitungan kemiskinan dilakukan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar atau basic needs approach. Berdasarkan metode tersebut, Garis Kemiskinan (GK) pada September 2025 tercatat sebesar Rp570.870 per kapita per bulan.

Nilai tersebut terdiri atas GK makanan sebesar Rp432.788 per kapita per bulan dan GK bukan makanan sebesar Rp138.082 per kapita per bulan. Jika dikonversi ke dalam Garis Kemiskinan Rumah Tangga, nilainya mencapai Rp2.557.498 per rumah tangga miskin per bulan.

Pada periode yang sama, rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di Jawa Tengah tercatat sebanyak


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0