Wamen Stella dorong hilirisasi riset kampus. Foto: dok ITS
KOSADATA — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Prof Stella Christie, mengunjungi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kedatangan Wamen Stella memberi satu pesan tegas: riset kampus harus menembus laboratorium dan menjadi produk nyata.
Kunjungan yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS ini menjadi ajang diskusi strategis seputar arah riset dan inovasi perguruan tinggi teknik terkemuka itu.
“ITS punya potensi besar untuk jadi garda depan dalam bidang kemaritiman, energi bersih, ketahanan pangan, dan alat kesehatan,” ujar Stella dilansir laman resmi ITS, Rabu, 28 Mei 2025.
Ia mengapresiasi berbagai inovasi ITS yang dinilai sudah berbasis potensi lokal dan nasional. Namun, Stella menggarisbawahi pentingnya hilirisasi riset.
“Kita tidak bisa berhenti pada publikasi ilmiah. Riset harus jadi produk, lahirkan start-up, dan dorong pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Diskusi yang dipandu Wakil Rektor IV ITS, Prof Agus Muhamad Hatta ini juga membedah peran Science Techno Park (STP) sebagai simpul hilirisasi inovasi kampus.
Hatta menjelaskan bahwa STP ITS dikembangkan melalui empat klaster utama: kemaritiman, teknologi informasi dan robotika, industri kreatif, serta teknologi berkelanjutan.
“Kami ingin STP menjadi jembatan konkret antara inovasi kampus dan dunia industri,” kata Hatta, Guru Besar Teknik Fisika ITS.
Namun, proses hilirisasi tak selalu mulus. Sekretaris Institut ITS Prof Dr Umi Laili Yuhana mengungkapkan bahwa regulasi masih menjadi batu sandungan.
“Banyak produk riset ITS siap masuk industri, tapi terkendala legalitas dan penilaian ekonomi. Kami butuh dukungan regulatif dari kementerian,” jelasnya.
Diskusi ini juga menegaskan komitmen ITS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya pada pendidikan
Comments 0