Skytrain Feeder MRT–LRT Dikaji, Rute BSD–Tangsel hingga Cibubur Masuk Perencanaan

Abdillah Balfast
Jan 07, 2026

Skytrain Bandara Soekarno-Hatta

KOSADATA - Pemerintah mulai membuka wacana pengembangan moda transportasi baru guna memperkuat konektivitas kawasan penyangga Jabodetabek dengan simpul angkutan massal utama seperti MRT dan LRT. Moda tersebut diberi nama Skytrain dan diproyeksikan sebagai kereta pengumpan (feeder) dari kawasan permukiman menuju jalur utama transportasi publik.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, menjelaskan bahwa Skytrain dirancang sebagai moda mandiri dengan sarana berpenggerak sendiri, bukan berbasis kabel seperti kereta gantung.

“Kami mencoba menghadirkan satu jenis kereta baru yang kami sebut Skytrain. Ini kereta api berpenggerak, bukan cable train. Saat ini kami mengkaji dua jalur feeder yang akan dikembangkan,” ujar Risal.

Skytrain difokuskan untuk menjawab kebutuhan akses awal dan akhir perjalanan (first mile–last mile), terutama dari kawasan hunian menuju jaringan MRT, LRT, maupun BRT yang telah beroperasi.

Salah satu koridor yang tengah dikaji berada di wilayah selatan Jakarta. Rute ini dirancang untuk menghubungkan BSD hingga Stasiun MRT Lebak Bulus, dengan dua alternatif jalur, yakni melalui Bintaro atau masuk wilayah Kota Tangerang Selatan hingga Pondok Cabe.

“Feeder MRT di Lebak Bulus kita konsepkan dari BSD sampai ke MRT Lebak Bulus. Bisa lewat Bintaro atau melalui Tangerang Selatan dan Pondok Cabe, jadi ada dua opsi jalur,” jelas Risal.

Selain wilayah selatan, kawasan timur Jabodetabek juga masuk dalam rencana pengembangan Skytrain. Feeder ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan LRT Jabodebek, khususnya bagi warga Bogor dan sekitarnya.

“Yang satu lagi untuk mendukung LRT Jabodebek di Cibubur. Rutenya bisa dari Mekarsari atau bahkan dari Cariu, Jonggol, Kabupaten Bogor, menuju Stasiun LRT Cibubur,” ungkapnya.

Risal menegaskan, tantangan utama sistem


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0