Foto: ist
KOSADATA - Wajah layanan kesehatan Ibu Kota bakal bertambah dengan hadirnya Rumah Sakit Royal Batavia Cakung di kawasan Superblock Cakung Barat, Jakarta Timur. Inisiasi pembangunan rumah sakit berstandar internasional ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo pada Senin, 25 Agustus 2025.
Peresmian dilakukan bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah. Tampak hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, serta jajaran DPRD DKI Jakarta. Prosesi simbolis dilakukan dengan penekanan tombol secara serentak dari atas panggung.
Pramono menyebut rumah sakit tersebut akan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di Jakarta.
"Rumah Sakit Royal Batavia Cakung mengusung konsep Center of Excellence, khususnya untuk Penyakit Infeksi Emerging dan Trauma Center," ujar Pramono, Senin, 25 Agustus 2025.
Selain itu, layanan prioritas juga mencakup penyakit kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Rumah sakit ini turut menyiapkan penanganan kasus non-prioritas seperti tuberkulosis, diabetes, gangguan hati, hingga kesehatan jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan pembangunan RS Royal Batavia Cakung selaras dengan kebutuhan lapangan.
"Angka prevalensi penyakit infeksi masih tinggi, tercatat 21.648 kasus. Sementara 44 persen kecelakaan lalu lintas di Jakarta terjadi di wilayah Jakarta Timur," katanya.
Jakarta sendiri baru memiliki 10 rumah sakit berakreditasi internasional, terdiri atas dua rumah sakit pemerintah pusat—RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Jantung Harapan Kita—serta delapan rumah sakit swasta, di antaranya RS Mayapada Jakarta Selatan, MRCCC Siloam Semanggi, dan RS Premier Jatinegara.
Dengan hadirnya RS Royal Batavia Cakung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kesenjangan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas bisa ditekan,
Comments 0