Tujuh Kawasan Transmigrasi Terdampak Bencana, Menteri Iftitah Perluas Cakupan Bantuan

Fahmi Wahyudi
Dec 03, 2025

Foto: ist

KOSADATA — Kementerian Transmigrasi memperluas cakupan bantuan penanganan bencana di Aceh dan Sumatera setelah tujuh kawasan transmigrasi (KT) turut terdampak. Kondisi lapangan yang menunjukkan kebutuhan lebih besar membuat kementerian memutuskan tidak hanya fokus pada wilayah transmigrasi, tetapi juga menjangkau masyarakat umum di area terisolasi.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.

“Ketika tujuh kawasan transmigrasi ikut terdampak, kami wajib turun. Namun setelah kami lihat langsung kondisi masyarakat di luar kawasan, bantuan jelas harus diperluas,” ujar Iftitah.

Informasi awal mengenai dampak bencana diperoleh melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Sejumlah anggota TEP bahkan memilih tetap berada di lokasi sebagai relawan. Menteri Iftitah sebelumnya dijadwalkan meresmikan ekspor kopi Gayo ke Amerika Serikat di Aceh Tengah pada Rabu (26/11), namun penerbangan dibatalkan akibat cuaca buruk. Baru pada Sabtu (29/11) izin keberangkatan diterbitkan, dan Iftitah langsung menuju Aceh untuk memantau kondisi.

Dalam peninjauannya, Iftitah mengaku memahami situasi medan Aceh karena pernah bertugas di wilayah tersebut saat bencana gempa dan tsunami pada 2004. 

“Saya pernah berada di Aceh saat masa tsunami dulu. Karena itu saya memahami medan, tahu betapa sulitnya akses ketika kondisi darurat terjadi,” katanya.

Setibanya di Aceh, sejumlah lokasi tidak dapat dijangkau lantaran jalur terputus. Mentrans kemudian melapor kepada Presiden untuk memohon perluasan otoritas lintas kementerian dan lembaga dalam pengiriman logistik ke daerah terisolasi. Ia juga menyampaikan laporan kepada Menko Infrastruktur agar kerusakan infrastruktur mendapat perhatian khusus.

Mentrans bersama Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono menembus perbatasan Bener Meriah hingga Aceh Tengah sebelum melaporkan situasi tersebut kepada Presiden. Laporan itu menjadi


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0