AS Serang Venezuela, Jazuli Juwaini: Langgar Hukum Internasional!

Restu Hanif
Jan 04, 2026

Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik, Jazuli Juwaini. Foto: ist.

KOSADATA — Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik, Jazuli Juwaini malayyangkan kecaman atas serngan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela yang ia anggap telah melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

Jazuli menerangkan, tindakan yang diambil oleh Trump tersebut tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran atas kedaluatan negara, namun juga telah mencoeng nilai serta prinsip-prinsip perdamaian dunia yang telah lama dibangun bersama melalui forum PBB.

“Serangan Amerika Serikat ke Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tidak ada satu pun negara yang dibenarkan menggunakan kekuatan militer secara sepihak atas nama kepentingan politik dan kekuasaan,” KATA Jazuli pada Minggu, 04 Januari 2026 di Jakarta.

Jazuli memperingatkan apabila serangan AS ke Venezuela saat ini  dinormalisasi maka akan berimplifikasi serius terhadap hubungan Internasional, karena akan menjadi dalih di kemudian hari bagi negara-negara adidaya untuk menguasai negara lain.

“Jangan sampai tindakan ini menjadi preseden buruk, seolah-olah hukum internasional tidak lagi diindahkan, bahkan bisa dilanggar begitu saja oleh negara-negara berkuasa. Jika hukum internasional runtuh, maka dunia akan berada di ambang chaos dan ketidaktertiban global,” ujarnya.

Jazuli menerangkan bahwa ketidakpatuhan terhadap hukum internasional akan memperbesar potensi konflik terbuka antarnegara dan meningkatkan eskalasi ketegangan global, hingga dalam kondisi terburuk bisa memicu Perang Dunia Ketiga.

“Dalam kondisi seperti ini, ancaman terjadinya Perang Dunia Ketiga bukanlah sesuatu yang mustahil. Perang bisa pecah kapan saja jika negara-negara kuat terus memaksakan kehendaknya dengan kekuatan militer,” ucapnya.

Untuk itu, ia menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk bersikap tegas dalam


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0