Bangun Ekosistem Vokasi Inklusif, STIKOM CKI Gaet Mitra Malaysia

Bambang Widodo
Aug 28, 2025

Foto: dok. STIKOM CKI

KOSADATA – Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika (STIKOM CKI) bersama Forum Lembaga Pelatihan Vokasi Indonesia (Forlat Vokasi) dan Malaysia Independent Living Association for Disabled (MILAD) menjadin sinergitas lintas negara dalam membangun sekolah vokasi lintas negara.

Hal ini tercermin dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken antarpihak Kampus A STIKOM CKI, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Penandatanganan yang turut disaksikan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) itu menjadi tonggak baru kerja sama vokasi berbasis inklusi. Ketua Umum Forlat Vokasi, Mesra Betty Yel, menyebut kolaborasi ini bukan sekadar seremoni.

“Kerja sama lintas negara ini merupakan langkah strategis untuk melahirkan kurikulum pelatihan yang dapat diadopsi secara internasional. Kami juga mendorong sertifikasi kompetensi, baik bagi trainer umum maupun pendamping difabel,” ujar Mesra dalam keterangan tertulis, Kamis, 28 Agustus 2025.

Di lokasi yang sama, Vice President MILAD Malaysia, Noor Muha bin Aziz, menegaskan kerja sama ini akan membawa dampak poitif secara langsung untuk penyandang disabilitas.

“Kolaborasi ini menghadirkan peluang luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan UMKM lintas negara,” katanya.

Ketua Umum PPDI, Norman Yulian, memastikan dukungan jaringannya di seluruh Indonesia.

“Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan difabel dalam memperoleh akses terutama di bidang pekerjaan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua STIKOM CKI, Yuma Akbar, menegaskan kesiapan kampusnya menjadi pusat riset vokasi digital yang ramah difabel.

“Kami akan menghadirkan fasilitas inklusif sekaligus program yang mendukung ekosistem pelatihan vokasi modern,” tuturnya.

Melalui kesepakatan ini, ketiga lembaga berkomitmen memperluas pelatihan inklusif, mempercepat pengembangan kurikulum vokasi, serta mendorong sertifikasi kompetensi difabel berstandar internasional.***

Update terus berita


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0