Menko AHY meninjau revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Foto: IG AgusYudhoyono
KOSADATA — Pemerintah pusat mempercepat pengerukan dan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, setelah alur pelayaran di kawasan itu tertutup timbunan pasir akibat gempa bumi pada awal tahun.
Kondisi tersebut sempat mengganggu pasokan pangan dan bahan bakar minyak (BBM) ke Pulau Enggano dan sejumlah wilayah di Sumatera bagian barat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan upaya pengerukan sudah dilakukan secara bertahap.
“Saat ini pengerukan tahap kedua sedang berlangsung dan ditargetkan selesai November 2025. Tahap ketiga dengan kedalaman -12 mLWS akan dimulai dan ditargetkan rampung pada Juli 2026,” ujar AHY saat meninjau lokasi bersama Wakil Menteri Perhubungan, Suntana dan Gubernur Bengkulu, kemarin.
Pelabuhan Pulau Baai disebut AHY sebagai simpul penting logistik nasional. Selain melayani masyarakat Bengkulu, pelabuhan itu juga menjadi jalur utama kebutuhan pokok Pulau Enggano.
Untuk mencegah penumpukan pasir kembali, pemerintah menyiapkan sistem penjebak sedimen atau sandtrap system.
“Dengan pengelolaan sandtrap yang baik, alur ini akan lebih terjaga, umur pakainya lebih panjang, dan material pasir bisa dimanfaatkan untuk normalisasi abrasi di pesisir,” kata AHY.
Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2025 menjadi dasar revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Menurut AHY, proyek ini adalah wujud nyata kehadiran negara.
“Presiden Prabowo Subianto selalu mengingatkan kita untuk berpihak pada rakyat. Revitalisasi ini bukti nyata pemerintah hadir bagi masyarakat Bengkulu, khususnya Pulau Enggano,” katanya.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0