Penanaman mangrove oleh mahasiswa UPER. Foto: dok. UPER
Sementara di sektor energi bersih, Universitas Pertamina berkolaborasi dengan Pertamina Group untuk mengembangkan riset strategis, termasuk studi potensi hidrogen geologis dan penyusunan roadmap bahan bakar rendah karbon.
Riset ini menjadi pondasi penting dalam mendukung transisi energi nasional dan memperkaya portofolio riset berbasis keberlanjutan yang melibatkan dosen serta mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Salah satu inisiatif unggulan lainnya adalah Program Desa Energi Berdikari yang digarap bersama Pertamina Foundation. Di program ini, UPER mengembangkan pengolahan limbah tahu menjadi biofuel yang dapat langsung dimanfaatkan oleh warga.
Seluruh kegiatan ini terintegrasi dalam Sustainability Center Universitas Pertamina, pusat koordinasi kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian yang berorientasi pada SDGs.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengapresiasi capaian UPER yang dianggap menjadi katalisator percepatan transisi energi di Indonesia.
“Masuknya UPER dalam THE Impact Rankings adalah bukti bahwa generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan global dan mendukung swasembada energi. UPER menjadi pilar penting dalam mencetak talenta unggul di era energi bersih,” ujarnya.
Di tengah krisis iklim dan tantangan bencana alam seperti gempa Kamchatka 2025, peran perguruan tinggi kian strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat. UPER menjawab tantangan ini melalui pendekatan lintas disiplin yang memadukan riset aplikatif, pengabdian masyarakat, dan pengembangan inovasi berbasis keberlanjutan.
Sebagai bagian dari keluarga besar Pertamina, Universitas Pertamina menjadi bagian penting dalam mendorong pencapaian target net zero emission 2060, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang kini menjadi fondasi seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Update terus berita KOSADATA di Google News.
Comments 0