Dorong Swasembada Listrik, Brian: Perlu Riset yang Berorientasi Pemecahan Masalah

Ida Farida
Dec 07, 2025

Foto: ist

KOSADATA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan industri untuk mempercepat transisi energi nasional. Penegasan itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dalam Sarasehan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) bertema “Swasembada Listrik: Merajut Masa Depan Ketenagalistrikan Indonesia dengan Inovasi dan Kolaborasi”.

Brian mengatakan, Indonesia perlu meningkatkan kapabilitas di sektor ketenagalistrikan sebagai fondasi membangun industri bernilai tambah tinggi. Menurut dia, perkembangan teknologi energi membuka peluang akselerasi bagi Indonesia untuk melompat lebih cepat dibanding negara maju.

“Transformasi energi tidak cukup hanya mengandalkan pengembangan teknologi di kampus. Riset harus berorientasi pada pemecahan masalah nyata,” ujar Brian dilansir laman resmi Kemendiktisaintek, Minggu, 7 Desember 2025.

Ia menyatakan, Kemdiktisaintek mendorong pola riset yang melibatkan industri sejak awal. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan skema pendanaan riset yang bisa diakses industri serta program matchmaking antara kebutuhan industri dan kepakaran peneliti.

“Kita ingin riset di perguruan tinggi benar-benar mengajak industri, atau bahkan industri yang memimpin. Negara hadir untuk menjembatani,” kata Brian.

Dari sisi pelaku industri, Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, menegaskan bahwa Swasembada Listrik hanya dapat dicapai melalui inovasi yang ditopang ekosistem kolaboratif lintas sektor.

“Perlu kolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, lembaga riset, hingga jejaring global. Ini tantangan besar, tapi bisa kita atasi bersama, termasuk para alumni ITB,” kata Sigit.

Brian menyambut pernyataan tersebut karena dinilai sejalan dengan arah kebijakan riset nasional yang berbasis hilirisasi dan penyelesaian tantangan strategis. Ia menilai perguruan tinggi di Indonesia memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor penggerak transisi


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0