Foto: ist
KOSADATA — Harapan baru muncul bagi sekitar 900 ribu pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, serta hampir 7 juta pengemudi di seluruh Indonesia. Setelah gelombang aksi demonstrasi yang sempat berujung ricuh, perwakilan komunitas ojol akhirnya diterima oleh tiga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Pertemuan yang difasilitasi Dewan Adat Bamus Betawi itu berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Selasa, 16 September 2025. Tiga pimpinan DPR yang hadir adalah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustofa, dan Cucun Ahmad Samsurizal.
Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, M Rifky atau Eki Pitung, menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi mencegah aksi anarkis di lapangan.
“Saya hanya menjadi mediator antara teman-teman ojol dengan pemerintah, karena belakangan aksi-aksi yang berujung kerusuhan bahkan pembakaran di beberapa daerah merugikan semua pihak. Terparah, di Jakarta akhir Agustus lalu, seorang ojol bernama Arfan Kurniawan meninggal setelah tertabrak mobil rantis saat demo,” ujar Eki kepada wartawan, Selasa, 16 September 2025.
Dalam audiensi itu, perwakilan ojol menyampaikan tuntutan utama: kepastian payung hukum yang jelas dan berpihak pada pengemudi. Menurut Eki, DPR bersama pemerintah menyambut aspirasi tersebut dengan serius. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto akan segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) khusus kendaraan transportasi berbasis online.
“Alhamdulillah, hasil dari pertemuan tersebut, Presiden Prabowo akan mengeluarkan Perpres yang menjadi angin segar, titik terang bagi para ojol. Setelah itu, akan ada penyempurnaan di Undang-Undang Transportasi Online di DPR,” kata Eki.
Ia pun mengimbau agar para pengemudi tetap menyalurkan aspirasi secara tertib. “Aksi menyampaikan aspirasi itu sah, sebagai bagian dari demokrasi. Tapi jangan anarkis. Jakarta
Comments 0