Jaga Ketersediaan Air di Sultra, KSO HK dan Adhi Karya Kebut Bendungan Ameroro

Peri Irawan
Apr 29, 2023

KOSADATA - Pembangunan bendungan Ameroro Paket II di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diyakini akan lebih cepat dari target penyelesaian akhir 2023 karena disokong kerja sama operasi (KSO) antara PT Hutama Karya  dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“Kami menargetkan Bendungan Ameroro akan rampung akhir 2023. Secara keseluruhan progres sudah lebih cepat dari master schedule yang telah ditentukan. Ini menjadi prestasi tersendiri bagi HK (Hutama Karya),” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo, dalam keterangannya, Sabtu (29/4/2023).

Tjahjo menjelaskan, Bendungan Ameroro merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air, dan akan menjadi bendungan kedua di Kabupaten Konawe, Sultra.

Pembangunan bendungan dimulai sejak 2020 untuk Paket I dan Paket II dikerjakan pada 2021 dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp1,6 triliun, yang saaat ini telah mencapai 70 persen.

“Bendungan Ameroro nantinya akan memiliki kapasitas tampung 54,15 juta meter kubik (m3) dengan luas genangan 244,51 hektare (ha) yang berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3,363 ha,” katanya.

Sebelumnya, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sudah menuntaskan beberapa proyek bendungan besar, seperti Bendungan Bintang Bano (di Nusa Tenggara Barat), Bendungan Bendo, Bendungan Semantok, Bendungan Gongseng (di Jawa Timur) dan Bendungan Ladongi (di Sultra).

Dalam pembangunan Bendungan Ameroro ini, Hutama Karya .melakukan pekerjaan persiapan, pekerjaan jalan akses dan jembatan, pekerjaan hydro mekanikal dan elektrikal, pekerjaan bangunan fasilitas dan penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dengan mengusung konsep konstruksi hijau (green constructions).

Konsep green contruction diterapkan melalui hydroseeding, yakni mencampur bibit tanaman kacang-kacangan dengan pupuk, bahan perekat dan pupuk kompos di campur di dalam mesin agitator agar bisa digunakan pada permukaan tebing.

“Hal ini (hydroseeding) dapat mengurangi penggunaan


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0