Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi. Foto: ist.
KOSADATA — Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi menegaskan komitmen Komisi VII dalam menghimpun berbagai persoalan Industri Pertahanan nasional sebagai bahan masukan bagi Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Komisi VII DPR RI adalah dengan turun langsung ke berbagai Industri Pertahanan untuk menjaring aspirasi yang akan menjadi gambaran menyeluruh mengenai hambatan industri dalam negeri, mulai dari regulasi hingga pendanaan.
“Komisi VII tengah menjalankan Panja Daya Saing Industri. Karena itu, kami turun langsung ke industri-industri nasional untuk menghimpun permasalahan yang mereka hadapi sebagai bahan rekomendasi kami nanti,” kata Erna dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Rabu, 10 Desember 2025 di Jakarta.
Salah satu Industri Pertahanan yang dikunjungi oleh Komisi VII adalah PT PAL Indonesia (Persero). Menurut Erna, PT PAL dan PT Pindad memiliki posisi strategis dalam pembangunan teknologi pertahanan Indonesia.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya dukungan regulasi yang lebih tepat sasaran agar kedua BUMN tersebut dapat berkembang lebih kuat dan kompetitif.
“Salah satu masukan yang mengemuka adalah perlunya penyederhanaan regulasi serta pembentukan divisi khusus di Kementerian Perindustrian untuk menangani industri maritim dan pertahanan,” ujarnya.
Selain masalah regulasi, Erna juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di industri perkapalan nasional. Ia menyebut lebih dari 25 institusi pendidikan telah mendukung pengembangan SDM sektor tersebut, sehingga keberlanjutan lapangan kerja menjadi hal yang harus dijamin.
“Kami bangga dengan kemampuan SDM Indonesia. Beberapa kapal perang hasil desain anak bangsa sudah membuktikan kemajuan teknologi kita, salah satunya frigate Merah Putih yang berada di belakang saya ini,” imbuhnya.
Erna berharap, riset, pengembangan,
Comments 0