Miris, Dewan Ungkap Kaderisasi Pelaku Tawuran di Jakarta via Sosial Media.

Ida Farida
Sep 23, 2025

Foto: dok. DPRD DKI Jakarta

KOSADATA – Fenomena tawuran pelajar di Jakarta kian mengkhawatirkan. Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Pendidikan DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina, mengungkap sebagian besar pelajar di Jakarta terlibat dalam aksi kekerasan antar-siswa.

“Sekitar 30–40 persen siswa di sekolah mereka adalah pelaku tawuran. Bahkan ada unggahan anak-anak berseragam membawa parang dan celurit,” kata Elva dalam rapat Pansus di Ruang Komisi E DPRD DKI Jakarta, Selasa, 23 September 2025.

Elva menuturkan, dalam sepekan terakhir puluhan pelajar terpaksa dikeluarkan dari sekolah lantaran terlibat tawuran. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan betapa serius persoalan kekerasan di kalangan remaja Jakarta.

Ia juga menyinggung keberadaan akun Instagram bernama Chaptoen (Chat tawuran) yang dipakai pelajar untuk mengatur perkelahian. “Akun Chaptoen ini sangat terstruktur. Punya cabang di berbagai wilayah Jakarta. Bahkan melibatkan alumni,” ujarnya.

Elva menambahkan, ketika ia mencoba mengakses akun tersebut, akun pribadinya langsung ditutup. Hal itu, menurutnya, menandakan sistem komunikasi kelompok pelajar itu sangat rapi dan terorganisir.

Selain itu, ia menyoroti fenomena tawuran model ‘gladiator’ yang kini marak di kalangan pelajar. “Ada anak-anak yang dipaksa berkelahi. Kalau menolak, justru jadi korban pemukulan. Budaya kekerasan ini diwariskan dari alumni ke adik kelasnya,” tutur Elva.

Dalam rapat yang sama, Pansus melanjutkan agenda finalisasi pembahasan pasal-pasal Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan. Regulasi itu diharapkan dapat memberi perlindungan lebih kuat bagi pelajar di Jakarta dari ancaman budaya kekerasan.***

Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.

Related Post

Post a Comment

Comments 0