Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah. Foto: PPID Jakarta
Kompetisi Olahraga seperti Popnas, lanjut Andri Yansyah, memberikan multi efek, tidak hanya dari sisi prestasi tapi bisa juga ekonomi.
"Melalui Popnas ini juga bisa semakin merekatkan persatuan sesama anak bangsa. Pelajar dari satu daerah bisa bertemu atau bersilaturahmi dengan daerah lainnya," bebernya.
Sementara itu, Chef de Mission Kontingen DKI Jakarta di Popnas XVI, Rahman Defiandi menyampaikan turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam sukses DKI Jakarta meraih gelar Juara Umum.
"Terima kasih saya kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Pak Andri Yansyah yang tak kenal lelah memberikan nasehat, masukan dan kritik membangun untuk kebaikan bersama dan raihan prestasi ini," ucapnya.
Meski dalam masa pemulihan pascaoperasi, imbuhnya, Andri Yansyah tetap memberikan dukungan langsung dengan datang ke venue-venue pertandingan.
"Pak Andri Yansyah memberikan keteladanan yang baik, kami merasa salut dan bangga. Saya melihat betul atlet-atlet semakin termotivasi dengan kehadiran Pak Andri Yansyah," tukasnya.
Selalu Chef de Mission Kontingen DKI Jakarta di Popnas XVI, Rahman meminta maaf apabila pelayanan kepada atlet maupun ofisial masih terdapat kekurangan-kekurangan.
"Saya minta maaf kalau masih ada yang belum sempurna. Kalau ada yang belum baik ini akan menjadi evaluasi agar saat Popnas berikutnya semakin bisa ditingkatkan lagi," tandasnya.
Untuk diketahui, dalam Popnas XVI ini Jawa Barat berada di peringat kedua dengan torehan 50 emas, 37 perak, dan 53 perunggu. Sementara, Provinsi Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan raihan 49 emas, 45 perak, dan 49 perunggu.
Pelaksanaan Popnas XVI resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, SA Supriono,
Comments 0